Minggu, 26 Oktober 2014

Peluk aku & kecup keningku saat ku terlelap dalam mimpiku

kini aku sangat merindukan sosokmu
pelita dikala gelap gulita
penghapus duka kala aku dalam dekap hangat tubuhmu
dan keindahan suaramu yang hiasi telinga

masih kuingat masa itu
kau tersenyum melihat tingkahku
masih terngiang suara itu
kata yang terucap dari bibirmu
saat kesalahan kulakukan didepan matamu
hadirkan amarah & kecewa

terkadang aku kesal mendengar celotehmu
ingin rasanya ku tutup telinga
namun kini ...
aku merindukan sosokmu ...

tugasmu didunia ini telah usai
masih kuingat hembusan nafas terkhirmu
saat air mata tak lagi mampu buatmu kembali terjaga
hanya kesedihan yang buatku tenggelam dalam duka

Omah ...
Terima kasih untuk segalanya
biarlah doaku yang menyapamu disana
meski hadirmu hanyalah fatamorgana
meski ragamu hanyalah sebuah sketsa
aku percaya kau selalu ada
dan menjagaku dari atas sana

Entah bagaimana kukatakan betapa berharganya sosokmu dimataku
kaulah wanita terbaik yang pernah hadir dalam hidupku

meski kita tak lagi bersama
kau takkan pernah terganti
dihatiku , fikiranku , dan...
kaupun tau itu...

kau selalu doakan yang terbaik untukku
meski kadang kubalas semua dengan air mata
kau tak pernah menyerah

terima kasih Omah
hanya ini yang mampu kukatakan pada dunia
terima kasih Omah
peluk aku & kecup keningku
saat aku telelap dalam mimpiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar